| Ketua | : | Pdt. Sadakata Ginting Suka, MTh |
| Wakil Ketua | : | Pt. Em. Meritaken Manik |
| Sekretaris | : | Pt. Drs. Masa Saragih |
| Wkl Sekretaris | : | Pdt. Dormanis Sembiring, STh |
| Bendahara | : | Dk. Trimurti Br Bukit |
| Anggota | : | Pt. Sepakat Sebayang Pt. Em. Drs. N. J. Sembiring |
Museum. Museum merupakan suatu lembaga yang sifatnya permanen. Museum bukan mencari keuntungan, tapi melayani masyarakat, jemaat dan terbuka bagi umum. Tugas museum GBKP adalah mengumpulkan, menjaga, mengkomunikasikan serta memamerkan kebudayaan Karo untuk studi/pendidikan dan keterangan/ bukti-bukti material beserta kelengkapannya untuk kesegaran iman. Tujuannya adalah melestarikan dan memakai bukti material manusia dan lingkungannya, membina dan mengembangkan seni, ilmu dan teknologi agar semakin besar pikiran orang akan nilai-nilai budaya dalam melanjutkan kehidupan suatu bangsa. Museum GBKP ini sekaligus juga bertugas menyajikan dan menginventarisir tentang sejarah Pekabaran Injil dan pertumbuhan gereja (GBKP) ditengah-tengah masyarakat Karo, untuk menambah semangat missioner generasi demi generasi untuk mencari Tuhan agar menjalani hidupnya dengan setia kepadaNya serta menghargai sejarah PI dan sejarah kemanusiaan. Melalui museum ini dinampakkan simbol-simbol konstitusi, simbol konektif dan simbol moral yang membentuk nilai dan aturan, juga simbol ekspresif.
Berdasarkan perumusan International Council of Museum (COM) ada beberapa hal yang diutamakan dalam Museum, yaitu:
- Mengumpulkan dan menjaga warisan alam dan budaya.
- Dokumentasi dan penelitian
- Konservasi dan preverasi
- Penyebaran dan pemerataan ilmu kepada masyarakat.
- Memperkenalkan dan menghayati kesenian
- Memperkenalkan kebudayaan antar daerah dan antar bangsa
- Visualisasi warisan alam dan budaya
- Media untuk menyatakan syukur bagi Tuhan pemilik hidup kita.
Dalam kaitan ini museum bukan hanya melestarikan atau konservasi nilai-nilai budaya tapi juga pusat pendidikan, pusat penelitian, jaringan informasi dan pusat rekreasi. Dengan demikian museum juga berguna selaku penghayatan nilai-nilai keindahan, sarana belajar dan penghargaan akan nilai-nilai budaya serta alam sekitarnya. Juga yang tersembunyi dibalik benda-benda koleksi. Untuk itu museum harus menyediakan sarana perpustakaan dan penerbitan buku-buku, bulletin yang berbobot disamping leaflet. Museum juga berorientasi kepada keperluan umum, memahami karakteristik sosial, budaya, “up to date” dengan hal-hal yang hidup dalam masyarakat dan benar-benar dapat menjadi teman banyak orang. Koleksi museum ini harus berbobot dan juga dalam penyajiannya atau eksposisinya dapat mengundang banyak orang, jadi teman serta dapat dibanggakan ditengah-tengah bangsa ini.
Sebuah gedung museum sejak tahun 90-an telah dibangun dan berada ditengah Taman Jubelium 100 Tahun GBKP. Perencanaan untuk mengoperasionalkan museum ini telah digumuli, ditata Biro Museum dan Pengurus Museum GBKP, bersama-sama dengan Museum Sumatera Utara. Museum ini bisa beroperasi bila telah lengkap peralatan, etalase, rak, lemari tempat koleksi serta pengamanan gedung dan lain-lain. Dana untuk ini sangat besar diharapkan pada periode yang mendatang dapat terwujud atas bimbingan Tuhan pemilik gereja.
Agar penggunaan museum ini dapat mencapai sasaran yang sesungguhnya maka dibuat program sebagai berikut :
- Mengangkat dan menempatkan seorang kurator museum yang mempunyai tugas khusus membidangi Museum GBKP (jangan tugas rangkap)
- Mengangkat pengurus Museum sebagai teman kerja kurator untuk mengelola museum.
- Penempatan beberapa orang pegawai museum untuk mengelola isi museum dan lingkungannya.
- Mengumpulkan benda-benda atau materi budaya yang pernah ada dikalangan Karo.
- Membangun 5 “jambur kecil” disekitar museum.
- Mengumpulkan bukti-bukti tentang budaya Karo.
- Membangun sebuah gedung perpustakaan GBKP yang bernuansa Karo dan Minahasa dibelakang gedung museum.
- Mengumpulkan buku-buku tentang Karo dan gereja yang pernah ada.
- Membukukan, membakukan dan melestarikan Budaya Karo.
- Pengadaan cagar alam GBKP (tanaman langka+obat-obatan) dibelakang museum.
- Pengadaan ruang visual GBKP.
- Melengkapi perabotan, etalase, rak, lemari, meja, kursi dan kebutuhan lainnya untuk museum.
- Membina hubungan kerjasama dengan museum dalam dan luar negeri.
- Mengadakan seminar tentang museum dan kebudayaan Karo.
- Pengumpulan dana guna biaya operasional kantor.
| < Prev | Next > |
|---|








