Biro Pengembangan Ibadah dan Musik Gereja (BPIMG)

Ibadah adalah panggilan Allah terhadap manusia untuk menyembah DIA dan bersekutu dengan sesama, sehingga harus ada sikap hormat dan rendah hati dihadapan Tuhan yang mengakibatkan ibadah itu agung, mulia dan kudus, karenanya ibadah hendaknya dilakukan guna membangun iman jemaat dan menguatkan persekutuan. Menyayikan nyanyian jemaat yang benar adalah menyanyi di depan Tahta Allah dan malaikatNya, bukan dihadapan manusia. Kondisi yang terjadi pada saat ini adalah :


 

  1. Sikap jemaat dalam ibadah belum menunjukkan sikap hormat dan rendah hati dihadapan Tuhan.
  2. Makna liturgi belum dipahami dengan baik.
  3. Persekutuan dengan sesama lebih dominan daripada pertemuan dengan Tuhan.
  4. Pemberitaan Firman belum terlihat menggugah dan sering kurang dipersiapkan dengan baik.
  5. Pemilihan lagu belum variatif dan kebanyakan belum tepat dengan unsur liturgis termasuk cara menyanyikannya.
  6. Pembinaan/pendidikan lagu jemaat belum menyentuh KA/KR. Mereka belum dipersiapkan menjadi warga jemaat dewasa dalam hal Kitab Ende-Endeen GBKP dan PEE GBKP. Walau telah disidi, mereka belum siap menjadi jemaat dewasa.
  7. Kurang baiknya penataan sarana dan prasarana dalam mendukung suasana ibadah.

Untuk meningkatkan kualitas ibadah jemaat, program difokuskan pada :

  1. Pembinaan kesadaran jemaat untuk beribadah melalui kebaktian keluarga/rumah tangga.
  2. Peningkatan kesadaran jemaat akan makna ibadah melalui Pembinaan Warga Jemaat (Kursus, tulisan, ceramah).
  3. Pemberdayaan semua pelayan khusus mengenai ibadah dan tata ibadah/liturgi. Dalam hal ini termasuk meningkatkan kualitas kotbah.
  4. Peningkatan mutu nyanyian jemaat harus diusahakan secara terus menerus melalui pelatihan-pelatihan, kursus-kursus baik untuk pemimpin pujian (song leader), pelayan khusus bahkan jemaat secara langsung.
  5. Perlu diantisipasi munculnya trend dengan pemahaman yang salah bahwa nyanyaian berkualitas dianggap sebagai hiburan, kesema-rakan dan penampilan suara yang berlebihan.
  6. Menambah lagu-lagu jemaat ke dalam buku nyanyaian jemaat, baik terjemahan dari kidung jemaat maupun dari sumber lain yang sesuai dengan nyanyian ibadah jemaat.
  7. Penataan sarana dan prasarana dalam ibadah harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.
  8. Mempersiapkan sejak dini anak KA/KR untuk mengerti dan memahami lagu Kitab Ende-Enden GBKP (KEE GBKP dan PEE GBKP).
Last Updated ( Tuesday, 20 July 2010 22:31 )  



Countries

100%Indonesia Indonesia

Visitors

Total: 3