| Kepala Biro |
: | Pdt. Erick J. Barus, D.Th |
| Sekretaris | : | Herawaty Br Bangun |
| Anggota ex officio | : | Pdt. M. P. Barus, MTh Pdt. Simon Tarigan, STh Pdt. Rosmalia Br Barus, STh |
Oikumene merupakan manifestasi (penampakan) persekutuan orang Kristen dalam satu tubuh antara sesama denominasi gereja yang memiliki latar belakang dogma dan theologia yang berbeda, baik di wilayah lokal, regional, nasional maupun internasional. Sebenarnya kata Oikumene berasal dari Bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti “rumah” dan “monos” yang berarti “satu”. Yang dimaksud dengan “rumah” adalah dunia ini, sehingga kata oikumene berarti dunia yang didiami oleh seluruh manusia. Karena itu oikumene juga dalam arti manifestasi persekutuan seluruh umat manusia yang memiliki latar belakang budaya, agama yang berbeda (majemuk).
Sementara itu pemahaman jemaat akan oikumene masih perlu ditingkatkan. Ada 2 (dua) sikap yang saling bertentangan dalam kehidupan jemaat, yaitu pada satu sisi warga jemaat sangat ekslusif (tertutup) terhadap denominasi gereja lain (kecuali gereja-gereja anggota PGI dan kerjasama dengan lembaga gereja dalam dan luar negeri) dan pada sisi yang lain warga gereja begitu terbuka (dalam arti tidak mampu membedakan dogma dan theologia masing-masing denominasi gereja khususnya menyikapi aliran-aliran kharismatik). Tapi juga seringkali terjadi bahwa oikumene dipahami sebagai kegiatan hari besar gerejawi yang diselenggarakan secara bersama.
Kegiatan oikumene perlu ditingkatkan dalam manifestasi keesaan gereja berdasarkan Doa Tuhan Yesus,
supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, didalam Aku, dan Aku didalam Engkau, agar mereka juga didalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”(Yoh.17:21).
Dengan demikian sudah saatnya GBKP perlu lebih memberikan perhatian mengenai persaudaraan bagi seluruh umat manusia sebagai ciptaan Tuhan dalam dunia yang sama (bd. Mat 5:13-16; Joh. 3:16).
Dalam rangka peningkatan gerakan oikumene maka perlu dilakukan program-program sebagai berikut :
- Seminar tentang oikumene bagi warga jemaat dan pelayan khusus.
- Membuat surat penggembalaan tentang oikumene dan bagaimana menyikapi aliran-aliran kharismatik.
- Mengadakan kegiatan oikumene di masing-masing wilayah pelayanan (runggun, klasis dan sinode).
- Perayaan hari besar gerejawi.
- Kerjasama oikumene dalam hal pertukaran informasi, pertukaran tenaga dan warga gereja serta peningkatan sumber daya manusia dengan gereja-gereja yang ada di dalam dan di luar negeri.
- Memberi bantuan bagi gereja-gereja yang membutuhkan baik dari segi dana dan daya.
- Mengadakan kerjasama oikumene kemasyarakatan (persaudaraan semua manusia) di masing masing wilayah pelayanan (runggun, klasis dan sinode) melalui dialog antar agama dan antar kepercayaan dalam semua aspek kehidupan dan kerjasama antar agama melalui proyek kemanusiaan seperti bencana alam, menyikapi penyakit sosial (judi, pelacuran dan lain-lain).
| < Prev | Next > |
|---|








