Dalam kitab injil Yohanes pasal 10:1-18, ide utamanya adalah Yesus sebagai Gembala yang Baik, memberikan gambaran yang kontras tentang diriNya dengan gembala-gembala yang ada di Israel yang digambarkan dalam kitab Yehezkiel 34. Kitab Yehezkiel menceritakan tentang gembala-gembala Israel yang mementingkan dirinya sendiri dibanding dengan kepentingan umat Israel. Mereka adalah gembala-gembala yang menggembalakan dirinya sendiri, mereka menikmati susunya, dari bulunya mereka membuat pakaian dan yang gemuk mereka sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak mereka gembalakan (Yehezkiel 34 : 3 4).
Yesus berbicara mengenai gembala yang baik ini kepada orang parisi dan ahli-ahli taurat. Yesus juga menggambarkan diriNya sebagai pintu, sehingga gembala-gembala yang masuk melalui pintu maka penjaga akan membuka pintu kepada mereka. Dia juga pintu bagi domba-domba untuk keluar dan masuk untuk menemukan padang rumput. Yesus sebagai pintu untuk menggambarkan bahwa ada gembala yang palsu yaitu setiap yang masuk ke kawanan domba tidak melewati pintu, tetapi dengan memanjat tembok atau dengan cara lain, mereka adalah pencuri dan perampok. Yesus adalah gembala yang baik, ini menggambarkan bahwa Dialah satu-satunya yang akan memberikan hidup yang berkelimpahan dan keselamatan bagi domba-dombanya. Dia juga mengumpulkan domba-domba lain dan bergabung dengan kawanan domba dengan satu gembala yaitu Kristus sendiri.
Yesus adalah Gembala Israel yang Baik
Yohanes 10 : 1 6
Dalam Johannes 10, Yesus menggambarkan pengajaranNya dengan topik yang sangat dekat dengan pendengarNya. Karena kebanyakan bangsa Israel adalah pemelihara ternak, mulai dari Abraham adalah pemelihara ternak dan sejak kecil mereka sudah menjadi pemelihara kambing domba (kejadian 46 : 31 34). Di kota-kota atau di desa-desa Israel selalu terdapat kawanan domba, apalagi domba sangat diperlukan untuk dipersembahkan kepada Tuhan sebagai penghapus dosa. Domba adalah binatang yang sangat dekat dengan kehidupan orang Israel, dan mereka juga mengerti bagaimana gembala yang baik akan menggembalakan domba-dombanya.
Yesus berbicara langsung dengan guru-guru agama Yahudi, orang Parisi dan orang-orang Saduki yang adalah gembala yang palsu. Tetapi mereka tidak memahami apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, karena mereka tidak memiliki pemikiran Kristus. Mereka adalah pengajar-pengajar Israel yang salah, yang tidak memperhatikan jemaat dan mencari keuntungan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang tidak melalui pintu tetapi memanjat tembok. Pintu hanya satu untuk keluar dan masuk, untuk mencapai domba atau keluar menuju padang rumput yang hijau. Pintu menuju domba-domba ini adalah Tuhan Yesus sendiri.1
Yesus adalah Gembala Israel yang benar, sedangkan orang Parisi dan guru-guru agama Yahudi adalah gembala iblis, yaitu pencuri dan perampok. Jiwa dan motivasi dari gembala yang palsu adalah orang-orang yang mau menjadi pemimpin agama atau hamba Tuhan tetapi tidak fokus memandang Yesus, motivasinya untuk mencari kemuliaan diri sendiri, dan bukan untuk kemuliaan Tuhan Allah. Guru-guru agama dan orang parisi juga tidak melalui pintu karena mereka berpikir salah tentang mesias.
Orang Israel lebih membutuhkan gembala bagi jiwa mereka dibandingkan dengan raja-raja yang memerintah Israel, untuk keselamatan dan kemakmuran bangsa ini. Karakter Gembala yang baik adalah :
- penjaga pintu membuka gerbang untuknya, mengenali langkahnya dan cara-caranya bersikap sebagai teman bukan sebagai seorang musuh.
- Domba mengenali suaranya dan melakukan apa yang dikatakannya.
- Dia mengenali setiap domba-dombanya secara individu, dan memanggil tiap-tiap dombanya dengan namanya.
- Dia memimpin domba-domba keluar untuk makan.
Hal keempat di atas tidak dilakukan oleh pada pencuri dan perampok.
Yesus Adalah Gembala Yang Baik
Yohanes 10 : 7 18
Yohanes 10:7, Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Yesus adalah pintu satu-satunya menuju domba, dan pintu untuk domba itu sendiri. Untuk gembala, Dia adalah satu-satunya pintu menuju domba, dan untuk domba-domba, pintu adalah untuk mencapai kawanan domba dan padang rumput yang di luar. Orang kristen yang benar digambarkan oleh Yesus sebagai domba yang mendengar dan mengenal suara gembala yang baik. Domba juga menggambarkan manusia yang lemah dan sangat tergantung pada gembala yaitu Tuhan Yesus sendiri. Nurani yang spiritual pada orang-orang percaya secara umum memampukan mereka membedakan antara pengajaran yang benar dan salah.
Yesus sebagai pintu menunjukkan siapakah gembala yang palsu, karena mereka akan masuk ke dalam kawanan domba dengan tidak melalui pintu. Aku adalah pintu, Dia adalah satu-satunya pendeta jemaat (gembala) yang memimpin gereja. Semua pendeta, harus masuk melalui Yesus dan akan menemukan dirinya bersama jemaat di rumah Tuhan, menikmati kepercayaan jemaat dan menemukan makanan untuk jiwa domba-domba (jemaat). Aku adalah pintu berarti Dia adalah satu-satunya jalan untuk menuju Tuhan Allah. Semua yang datang kepada Bapa harus melalui Tuhan Yesus.
Pendeta dan jemaat akan mendapatkan keselamatan dan kemerdekaan melalui Yesus, dan mendapatkan makanan secara terus-menerus untuk jiwa mereka. Pendeta yang benar harus nyata sedikitnya melalui empat hal ini :
- Dia sudah diselamatkan secara pribadi
- Dia memiliki komunikasi yang intim dengan Tuhan
- Dia melakukan hukuman sebagai hadiah yang berguna bagi gereja
- Dia akan menemukan makanan dan penyegaran bagi jiwanya sendiri.
Yesus menggambarkan dirinya sebagai pintu, karena tidak ada yang lain yang bisa digunakan untuk masuk ke gereja (jemaat) kecuali Dia. Kemudian siapapun yang masuk kedalam gereja melalui Yesus, mereka adalah gembala yang baik, yang akan membawa orang pada Kristus. Pengajar dan pendeta yang ingin menjadi gembala bagi jemaat Allah harus masuk ke pekerjaannya dengan memandang pada Kristus. Yesus sebagai pintu membawa keuntungan yang besar bagi domba-domba bahkan dibanding gembala. Berarti, diriNya dia berikan yang utama adalah untuk semua orang dari pada pendeta-pendetaNya. Pendeta hanyalah pelayanan jemaat dan memungkinkan jemaat tanpa pendeta dibanding pendeta tanpa jemaat.
Yohanes 10 : 10 18, terlihat jelas tujuan Tuhan Yesus datang kedunia ini, yaitu supaya setiap yang percaya kepadaNya memiliki hidup dan memilikinya dalam kelimpahan. Aku adalah gembala yang baik, kata Tuhan Yesus. Seperti gembala yang baik, Kristus akan memperhatikan kehidupan orang yang percaya kepadaNya. Dia mengenal mereka satu-satu secara pribadi, nama mereka, keluarga mereka, tempat tinggal mereka, kisah hidup mereka dan semua pergumulan mereka. Sehingga Yesus benar-benar mengerti dan mampu memberi kelegaan dan makanan bagi jiwa setiap orang yang percaya. Yesus juga menjaga dan melindungi mereka dari semua musuh.
Kapasitas Yesus sebagai gembala yang baik adalah
- 10 : 8 masuk melalui pintu, dan pintu dibukakan untukNya
- 10 : 3 memanggil domba-dombaNya dengan namanya
- 10 : 3 memimpin domba-domba kepadang rumput
- 10 : 4 berjalan di depan domba-dombaNya (menjadi arah dan tujuan)
- 10 : 3, 4 dikenal dan diikuti oleh domba (mereka mengenal suaraNya)
- 10 : 7 9 Dia adalah pintu yaitu jalan untuk menuju berkat dan kehidupan
- 10 : 10 memberi hidup yang berkelimpahan
- 10 : 11, 14 memberikan hidupNya bagi domba-dombaNya
- 10 : 16 menuntun dombaNya, mengumpulkan domba-domba yang lain menjadi satu kawanan domba dengan satu gembala.
Yesus datang bukan hanya sebagai guru untuk perbaikan moral, seperti gembala yang baik, Kristus memberikan hidupNya bagi domba-dombaNya. Dia melakukannya sekali untuk semua dan selamanya, yaitu ketika Dia disalibkan untuk mereka. Domba menjadi selamat karena gembala yang baik mati untuk mereka. Melalui Musa, lahir hukum taurat, aturan-aturan sedangkan melalui Kristus lahir pengampunan, kasih karunia dan kebenaran.
Gembala juga menyatakan mesias yaitu gembala jiwa. Gembala yang baik memberikan nyawanya kepada domba-dombanya adalah menyatakan perbedaan dengan gembala yang palsu. Yesus datang untuk melakukan semuanya bagi domba-domba spiritual. Dia memberikan darah dan hidupnya untuk menyelamatkan jiwa mereka, Ia mati supaya mereka hidup.
Ref.- Bob deffinbaugh, Th.M, The Good Sepherd (John 10 : 1 18), http://www.bible.org/page.asp?page_id=2370
- Roger Hahn, John 10 : 1 42, http://www.cresourcei.org/biblestudy/bbjohn13.html
- J.L. RYLE, Expopository thoughts On John, Vol 2, 1987, The Banner of Trust
- William Hendriksen, New Testament Commentary, John Vol II, Baker Book House.
| < Prev |
|---|








