MENGUAK MODEL-MODEL PI IBAS GBKP

FORUM DISKUSI

Thema, "MENGUAK MODEL-MODEL PI IBAS GBKP"

 

Tahun 2008 adalah tahun Marturia untuk mengingatkan semua anggota GBKP mengambil bagian dalam hal pekabaran Injil. Sabtu, 8 Maret 2008 diadakan Forum Diskusi dengan thema, "Menguak model-model PI ibas GBKP." Forum Diskusi ini dihadiri oleh utusan Klasis dan juga persekutuan kategorial yang ada di GBKP. Apa yang dilakukan ini sangat positif untuk berdiskusi mengenai metode PI yang paling sesuai yang bisa dilakukan untuk menjangkau semakin banyak orang mengenal Kristus.

 

forum_diskusi2.jpg

Kita perlu mencari kualitas marturia dalam diri sendiri, kata  Pdt. DR. E.P. Ginting yang memaparkan mengenai,"Pekabaran injil dalam konteks budaya Karo."  Bagaimanapun PI adalah tugas semua orang percaya. Enam kualitas spiritual orang Kristen itu ialah, pribadi beriman, saksi gereja, mewartakan kabar baik, membangun persekutuan jemaat dan pelayanan komunitas. Selain melihat ke dalam diri sendiri. Warga gereja GBKP juga harus menyadari keberadaannya dalam konteks kebudayaan Karo. Kontekstualitas sehubungan dengan pekabaran Injil dalam konteks budaya Karo yang menjadi intinya adalah bagaimana agar injil itu dapat diterima dan dinampakkan dalam situasi yang partikular.

 

Kontekstualitas berarti kita menafsirkan dengan teliti sumber injil yaiu Firman Tuhan, mencari inti artinya atau kerygmanya. Inti-arti Injil adalah sebagai lampu yang menerangi konteks setempat (dalam hal ini kebudayaan dan adat-istiadat Karo) yang mempunyai keadaannya, nilai-nilainya dan kebiasaannya sendiri. Orang Kristen bukan anti adat. Firman Tuhan perlu terus memperbaharui adat istiadat Karo agar kita semakin kuat menampakkan sikap hidup Kristen. Namun sikap kritis membuat orang Kristen Karo senantiasa waspada terhadap kebiasaan-kebiasaan dalam menjalankan adat istiadat Karo yang di dalamnya juga sering terselip unsur-unsur "Kiniteken sindekah."

 

Pdt. Sada Kata Ginting Suka, M.Th memaparkan mengenai," PI konteks sosial politik."  Hal ini sangat menarik, karena selama ini GBKP enggak berbicara tentang politik. Kita menyadari bahwa seluruh tatanan kehidupan dalam satu negara ditentukan oleh politik.  Seluruh kehidupan masyarakat yang menyangkut kehidupan orang banyak yang diatur oleh departemen-departemen dalam pemerintahan dan pada gilirannya bermuara pada kebijakan politik.  Kehadiran Gereja bersama warganya dalam kehidupan masyarakat tersebut adalah merupakan kesaksian (PI)nya ke dunia. Jadi Gereja yang bersaksi adalah gereja yang peduli dengan kehidupan masyarakat khususnya kehidupan kelompok masyarakat yang tertindas

 

   Pdt. Borong Tarigan yang memaparkan mengenai "PI ibas konteks pengembangan ekonomi jemaat."  Gereja hadir perlu memberikan dampak agar semua manusia disekitarnya bisa makan dan minum. Penguatan ekonomi jemaat dan juga masyarakat sekitar adalah tujuan dari CUM yang dikembangkan GBKP. Untuk kemandirian GBKP Runggun dan juga pendeta-pendeta yang akan melayani di perpulungen dalam hal keuangan, maka direncanakan mengadakan kursus pertanian dan CUM kepada calon pendeta. Sehingga walaupun kecil perpulungen tempat melayani, namun kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi. Selain melayani jemaat, Pdt yang sudah dilatih pertanian dan CUM juga bisa melayani masyarakat yang belum mengenal Kristus.

 

Pdt. Ephenetus Tarigan, M.Th memaparkan mengenai "Pemberitaan Injil dalam konteks pluralitas agama."  Saat ini kehidupan umat beragama yang beragam ini, hidup berdampingan di dunia yang sama. Saling memahami dan juga menghormati sangat pening tertanam kuat dalam semua agama-agama yang ada. Agama Kristen dan gereja GBKP juga menyadari pentingnya dialog antar umat beraga, agar kehidupan yang damai dan tenteram bisa terwujud di tengah-tengah masyarakat.

 

Forum diskusi ini diakhiri dengan diskusi kelompok dan juga pembahasan hasil kelompok. Menguak model-model PI di GBKP masih dirasakan kurang sekali dari diskusi yang hanya berlangsung sehari ini. Begitu banyak yang perlu kita diskusikan, mulai dari PI yang paling sesuai untuk dunia anak-anak KAKR. Model PI yang sesuai untuk PERMATA dan bisa membangkitkan antusias orang muda untuk hidup bergereja dan menjadi orang Kristen yang sejati. Model PI yang sesuai untuk MAMRE atau MORIA atau Lansia. Semuanya ini masih perlu digumulkan. Sehingga Tahun Marturia ini bisa menemukan titik dasar yang kuat dalam hal PI kepada semua jemaat GBKP secara menyeluruh.

 

 

 

Last Updated ( Monday, 24 March 2008 06:31 )  



Countries

100%Indonesia Indonesia

Visitors

Total: 3