PENGUKUHAN TIM TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA) GBKP

 

Foto Peserta Tagana bersama Moderamen GBKP dan KPB GBKP

 

      

      

 
 
 
 
 
 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 (Foto Peserta Tagana bersama Moderamen GBKP dan KPB GBKP) 

 

Rabu, 3 September 2008 di Kantor Moderamen GBKP Kabanjahe dilaksanakan pengukuhan tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) GBKP sebanyak sepuluh orang. Moderamen GBKP melalui Komisi Penanggulangan Bencana GBKP telah mengirim sebanyak sepuluh orang PERMATA ke Haranggaol untuk mengikuti acara pelatihan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dasar pada hari Selasa-Sabtu  tanggal 19 - 23 Agustus 2008 yang lalu. Kemudian empat orang peserta Tagana Dasar dilatih dari hari Kamis - Senin tanggal 28 Agustus 2008 s.d 1 September 2008 di Kodam Medan untuk mengikuti pelatihan dapur umum. Pelatihan TAGANA ini difasilitasi oleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara.

Dalam acara pengukuhan tim TAGANA ini, Pdt. J. Keliat, Ketua Komisi Penanggulangan Bencana (KPB) GBKP melaporkan bahwa pemuda utusan GBKP menjadi peserta TAGANA bukan saja menjadi milik GBKP tetapi juga adalah menjadi TAGANA provinsi Sumatera Utara sebagai perwakilan Tanah Karo. Pdt. J. Keliat melanjutkan bahwa Misi Diakonia GBKP adalah untuk menyampaikan (nehken) pelayanan kepada masyarakat yang bukan saja jemaat GBKP namun lebih luas ke semua orang. Sehingga perlu ditunjukkan ciri Kristen dan warna Gereja dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang akan dilakukan oleh KPB GBKP dan TAGANA. Dimanapun dan kapanpun melayani bisa menjadi garam dan terang bagi sekitar.

 

Moderamen GBKP yang hadir pada acara ini adalah Pdt. J. Perangin-angin, Pdt. Simon Tarigan, Dk. Kristiani, Pdt. T. Kaban, Pdt. J.Keliat, Dk. Aswan, Pt. Ananta Purba. Dalam sambutan Moderamen, Pdt. J. Perangin-angin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Sosial prov. Sumatera Utara, Bpk Nabari Ginting, yang telah mengundang GBKP untuk menjadi peserta dalam pelatihan Taruna Siaga Bencana. Salah satu program Diakonia GBKP adalah mempersiapkan pasukan sukarelawan-sukarelawati tanggul bencana. Ada yang terpusat secara sinodal dan akan ada yang dibuat secara klasis. GBKP sudah menyadari bahwa perlu dipersiapkan orang-orang yang tanggap untuk memberikan tanggapan terhadap bencana yang terjadi baik bencana alam atau bencana sosial.

 

Masyarakat kita hidup di daerah yang rawan bencana namun sangat kurang bahkan hampir tidak ada tenaga terlatih untuk membantu masyarakat apabila terjadi bencana. Dalam rencana ke depan,  bukan hanya tim yang dikukuhkan ini saja yang akan menjadi orang-orang yang disiapkan untuk menjadi TAGANA tapi akan dilaksanakan multiplikasi sehingga ke depan bisa menjadikan 70 peserta TAGANA. TAGANA yang sekarang sebaiknya menjadi kader untuk mempersiapkan teman-teman yang lain. Diakhir sambutannya, Moderamen mengingatkan bahwa panggilan menjadi TAGANA yakinilah dari Tuhan, sehingga akan mampu berbuat sungguh-sungguh dan tulus, tidak pamrih menjaga kualitas mutu, dedikasi dan percaya TUHAN akan memberkati. Karena saat ini masih menjadi tenaga sukarelawan, maka anggaplah bahwa kita semua adalah tenaga tetap dari TUHAN.

 

Sepuluh tim TAGANA yang sudah dilatih adalah, Penerangen Sitepu, Roby Martin Ginting, Herman Bangun, Zulkarnain Tarigan, Abdianta Ginting, Erik Estrada Tarigan, Adrianto Ginting, Florida BR Pinem, Ave Sorta BR Silitonga dan Wahyuni Hana BR Purba. Bulan November 2008 ini akan dilaksanakan pelatihan mitigasi bencana dan diharapkan tim TAGANA yang sudah dibentuk bisa menjadi pelaksana dan ini menjadi awal multiplikasi TAGANA yang diharapkan ke depannya. Selamat buat teman-teman TAGANA yang sudah dikukuhkan, tetap semangat melayani dalam jiwa sukarelawan untuk kemuliaan TUHAN YESUS. (Nomi S)

Last Updated ( Thursday, 18 September 2008 19:50 )  



Countries

100%Indonesia Indonesia

Visitors

Total: 3